WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pengungkapan kasus narkoba di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, tak hanya mengungkap temuan sabu seberat 1,8 kilogram. 

Personel Polres HST juga menemukan sejumlah barang lain yang diduga narkoba dalam tas ransel  tersangka berinisial D saat dibekuk pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

“Barang bukti berupa sabu sebanyak 1,8 kilogram. Kemudian 34 cartridge etomidate yang sering kita sebut pod getar. Selain itu berbagai jenis ekstasi yang berjumlah sekitar 15 butir, tiga ampul cairan yang diduga heroin cair dan satu serbuk heroin,” ungkap Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon.

Baca juga: Keluarga 53 Korban Hilang Kapal Virgo Bakal Mengadu ke Komnas HAM

Baca juga: Masyarakat Nikmati Festival Kuda Lumping di Pantai Takisung, Enam Grup Kesenian Tanah Laut Beraksi

Tersangka memang diburu Polres HST karena masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dia merupakan terduga bandar narkoba dan memiliki senjata api (senpi).

Jupri menegaskan temuan berbagai jenis barang tersebut menjadi bagian dari pengembangan kasus yang masih didalami penyidik.

Kapolres mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan selama ini, D merupakan bandar narkotika yang sudah cukup lama beroperasi dan dikenal di Desa Kundan,  Hantakan.

“Ini adalah bandar yang cukup lama tidak tersentuh di Desa Kundan dan mungkin sangat terkenal. Jadi penangkapan ini sangat membantu kita dalam menyelidiki pihak-pihak lainnya,” ungkapnya.

Menurut Jupri, pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai keberadaan target yang meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor bersama sejumlah orang.

Petugas kemudian bergerak cepat melakukan pengejaran hingga berpapasan dengan target di Desa Buntu.

Saat hendak dilakukan penangkapan, target mengeluarkan senjata tajam dan mengarahkannya kepada petugas.

Menghadapi situasi tersebut, polisi melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan yang diarahkan ke bagian kaki untuk melumpuhkan mereka.

Namun, dua orang berhasil melarikan diri, sedangkan satu orang berinisial D berhasil diamankan.