WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Mengenakan kostum dengan pakaian berwarna kuning serta pernak-pernik seperti ikat kepala, penghias bahu serta ikat pinggang besar, seorang penari beraksi di lapangan yang dipenuhi penonton.

Suara pecut berulang kali  terdengar, saat sang penari menghentakkannya. 

Itu dilakukannya untuk menggerahkan sang penunggang kuda lumping.

Festival Kuda Lumping 2026 di kawasan Pantai Takisung Kabupaten Tanah Laut pada Sabtu (7/11/2026) itu digelar pemerintah daerah untuk melestarikan kesenian tradisional, menghibur masyarakat serta  menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspadai Hujan Petir di Tiga Daerah

Baca juga: Link Live Skor Hasil Barito Putera vs RANS Sore Ini: Menuju Lima Kemenangan Beruntun

Festival budaya dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Abdillah, mewakili Bupati H Rahmat Trianto.

Kegiatan ini melibatkan enam grup kesenian lokal dari berbagai desa, di antaranya Turonggo Samboyo Putro, Suryo Adi Budoyo, Turonggo Mudo Lestari, Turonggo Satrio Budoyo, Turonggo Darmo Budoyo, serta Lestari Budaya Bangsa.

Penyelenggaraan ajang ini bertujuan memberikan ruang bagi para seniman tradisional agar dapat terus berkarya di tengah gempuran arus modernisasi. 

Selain itu, kegiatan tersebut dirancang untuk mendongkrak daya tarik pariwisata daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM serta pedagang lokal di sekitar lokasi wisata.

Abdillah membacakan sambutan tertulis Bupati yang menekankan pentingnya ruang ekspresi bagi para pelaku seni agar kebudayaan daerah tetap dikenal oleh generasi muda.

"Di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya modern, kesenian tradisional menghadapi tantangan untuk tetap dikenal dan diminati, khususnya oleh generasi muda. Karena itu, harus ada ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya, tampil, berkreasi, dan memperkenalkan kesenian tersebut kepada masyarakat secara luas," demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Melalui festival ini, pemerintah daerah berharap terjadi pembinaan kelompok kesenian yang berkelanjutan, terciptanya regenerasi seniman, serta semakin eratnya hubungan silaturahmi antarkelompok budaya di wilayah Kabupaten Tanah Laut.