WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Hanya berselang empat hari, satu lagi helikopter water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dikabarkan jatuh di Kalimantan. 

Setelah jatuh dan tenggelamnya heli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, muncul kabar sebuah heli jatuh di Sungai Barito, Minggu (8/11/2026).

Informasi yang beredar heli jatuh di perairan Desa Tabatan Baru Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala, Kalsel.

Baca juga: Penyelam Temukan Jenazah Serda Heri dalam Heli Karhutla di Perairan Seruyan Kalteng

Baca juga: "Ya Allah Apakah Saya Harus Mati di Sini", Kadiya Sempat Tenggelam Bersama Heli Karhutla Kalteng

Kejatuhan heli disaksikan warga yang beraktivitas di sungai yang memanjang dari Kalimantan Selatan hingga berhulu di Kalimantan Tengah tersebut.

Warga sempat menyaksikan detik-detik jatuhnya heli yang membawa kantong air berwarna merah.

Saat melihat ada heli heli di atas sungai, sejumlah pengguna angkutan sungai melakukan perekaman.

Dari sebuah rekaman, tampak heli stabil di udara. 

Heli kemudian menurunkan buket dan mengambil air.

Namun ternyata heli tak sanggup mengangkatnya sehingga kantong air kembali jatuh ke sungai.

Beberapa saat kemudian, heli menurun, menukik dan kemudian jatuh ke sungai.

Dalam sebuah rekaman lain yang dibikin seorang pengguna kelotok atau perahu bermesin, tampak di kejauhan  ekor heli masih terlihat di atas permukaan.

Warga dengan menggunakan perahu masing-masing bergegas mendekat untuk melakukan penyelamatan penumpang heli.

Ada pula tugboat yang menuju ke lokasi jatuhnya heli.

Tampak heli jatuh di dekat sebuah tongkang yang berada di tengah sungai. 

Sementara di tepi sungai terlihat rakit kayu gelondongan berjejer.

Warga pun langsung melakukan pertolongan. 

Heli ditarik ke tepi dan melakukan penyelamatan awak.

Dalam video, pembuatnya menyampaikan satu awak terjebak di kabin dan masih menggunakan sabuk pengaman. (Wartabanjar.com)