WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, memaparkan capaian pelaksanaan tujuh program prioritas Tabalong Smart memasuki tahun kedua kepemimpinannya.

Pemaparan tersebut disampaikan dalam ekspose Laporan Khusus (Lapsus) Hari Jadi (Harjad) ke-61 Kabupaten Tabalong, yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati, Kompleks Pendopo Bersinar, Sabtu (07/11/2026) sore.

Disampaikan H Fani, sapaan akrabnya, sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan perkembangan signifikan.

Diantaranya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tabalong berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 76,94 pada 2025.

Sementara dari sektor ekonomi, persentase penduduk miskin berhasil ditekan hingga 4,67 persen. Adapun dari aspek perlindungan masyarakat, cakupan jaminan layanan kesehatan telah mencapai 99,87 persen penduduk.

"Allhamdulilah berkat kolaborasi semua pihak, ekonomi warga bergerak dengan persentase kemiskinan turun ke 4,67 persen, selain itu warga kita semakin terlindungi dengan capaian 99,87 persen penduduk sudah dijamin layanan kesehatannya," papar H Fani.

Lebih lanjut dikatakannya, capaian tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan tujuh program prioritas Tabalong Smart yang menjadi penopang tiga pilar pembangunan daerah.

Baca Juga: Badan Intelijen Negara Selidiki Empat Calon Direktur PTAM Tabalong Bersinar

Baca Juga: Tim ULM Tinjau Calon Kampus di Tabalong, Wakil Rektor Pastikan Standar Perkuliahan

Pada pilar SDM Unggul, Pemkab Tabalong berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing melalui sejumlah program.

Di antaranya Satu Desa Satu Wifi yang telah menjangkau 121 desa, Satu Desa Satu Dai dengan dukungan bagi 131 santri, Beasiswa 1.000 Sarjana yang telah mencapai 576 penerima, serta program 15 Ribu Tenaga Terampil dengan realisasi sebanyak 13.488 orang.

Selanjutnya, pada pilar Ekonomi Tumbuh, pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui kemudahan akses permodalan dan pemberdayaan sektor pertanian.

Salah satunya melalui program Kredit Tabalong dengan bunga nol persen, bagi petani dan pelaku UMKM yang didukung anggaran Rp9,6 miliar.

Terdapat juga program Bela Tani atau gerakan membeli beras hasil produksi petani lokal. Hingga saat ini, realisasinya tercatat sebanyak 106.685 kilogram.