"Kemudian kami sangat terorganisir dalam bertahan melawan tim Vietnam dan juga laga kedua, laga pertama melawan Melbourne Victory. Kami mengumpulkan poin, lawan Melbourne, bukan laga hidup-mati bagi kami, tapi kami dapat mengontrol, kami tidak harus menang, kami hanya perlu bermain imbang sehingga kami dapat memanipulasi dalam permainan, melakukan apa yang diperlukan untuk menang atau imbang," jelasnya.

Keberanian mengambil risiko pada menit-menit krusial di Australia akhirnya berbuah kemenangan manis yang membawa Maung Bandung melangkah mantap menatap fase gugur mendatang.

"Kemudian pada akhirnya kami mengambil beberapa risiko dan menang. Itu yang seperti saya katakan, kami adalah underdog di awal, tetapi kualitas tim lain sangat, sangat baik. Dan kami tidak sabar untuk melihat apa yang terjadi di babak selanjutnya," tukasnya. (Wartabanjar.com)