Pasokan Listrik Kalselteng Masih Defisit, PLN Percepat Penambahan Daya Jelang Nataru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Ketersediaan pasokan listrik di sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) masih berada dalam kondisi siaga defisit.
Kondisi ini dipengaruhi pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik berkapasitas besar serta gangguan pada salah satu pembangkit di Kalimantan Timur.
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat pasokan listrik, termasuk mempercepat penambahan kapasitas pembangkit guna memenuhi kebutuhan pelanggan.
Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UID Kalselteng, Vigor Eusidero Hindami, menjelaskan kondisi tersebut saat diwawancarai di Kantor PT PLN (Persero) ULP Banjarbaru, Selasa (3/11/2026).
"Memang kondisi kita saat ini masih dalam posisi siaga defisit. Jadi, secara cadangan dayanya masih belum mencukupi dari kebutuhan pelanggan," ujarnya.
Vigor menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena sejumlah pembangkit dalam sistem interkoneksi Kalimantan masih menjalani pemeliharaan terencana.
Selain itu, terdapat gangguan pada PLTGU Senipah di Kalimantan Timur yang saat ini penanganannya terus dipercepat.
Sejumlah pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan di antaranya PLTGU GPK Unit 2 di Kalimantan Timur dengan kapasitas 100 megawatt (MW) dan PLTU Pulang Pisau Unit 2 berkapasitas 45 MW.
Baca Juga Wartono Mundur dari Jabatan Wakil Walikota Banjarbaru
Baca Juga Ketua PDIP Banjarbaru Koordinasi dengan DPP, Windi: Pengganti Wakil Wali Kota Tergantung Koalisi
Selanjutnya, pada minggu kedua November 2026, pemeliharaan juga dijadwalkan berlangsung di PLTU Asam-Asam Unit 6 dengan kapasitas sekitar 100 MW.
Menurutnya, pemeliharaan tersebut merupakan agenda terencana yang tidak dapat ditunda.
Sehingga turut memengaruhi ketersediaan daya listrik selama November 2026.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PLN juga mempercepat upaya penambahan pasokan melalui pembangkit sewa.
Pada tahap pertama, penambahan kapasitas pembangkit ditargetkan mencapai 158 MW hingga Desember 2026.
Sementara tahap kedua akan dilakukan secara bertahap dengan total kapasitas 120 MW hingga Maret 2027.
"Di luar dari kondisi unit yang sedang mengalami gangguan dan pemeliharaan, kami juga terus mempercepat upaya penambahan pembangkit sewa. Tahap pertama ini kami targetkan total 158 MW hingga Desember 2026," jelasnya.