WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Isu sejumlah jenderal polisi disebut diamankan terkait isu penyadapan di lingkungan Istana Kepresidenan, Selasa (3/11/2026). 

Dua inisial, LS dan AS dikaitkan dengan dugaan pemeriksaan sejumlah perwira tinggi Korps Bhayangkara.

Dari informasi yang beredar, LS diduga dibawa ke Mabes Polri untuk dimintai klarifikasi terkait isu penyadapan di lingkungan Istana Kepresidenan. 

Sementara AS dikabarkan menjalani pemeriksaan di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Dikutip inilah.com, AS juga diduga telah memberikan keterangan mengenai dugaan perintah penyadapan yang dikaitkan dengan LS. 

Baca Juga Wartono Mundur dari Jabatan Wakil Walikota Banjarbaru

Baca Juga Polres Banjarbaru Tahan 55 Kendaraan, Milik Pembalap Liar Minimal 14 Hari

Hingga berita ini dirilis, belum keterangan resmi dari Mabes Polri yang membenarkan adanya pemeriksaan terhadap kedua pihak tersebut, termasuk tudingan mengenai perintah penyadapan.

Belum diketahui pula apakah benar terdapat perwira tinggi yang diamankan, siapa pihak yang melakukan pemeriksaan, maupun perkara yang melatarbelakanginya.

Kabar ini merupakan perkembangan dari isu pengamanan sejumlah jenderal polisi yang beredar sejak Senin (2/11/2026). 

Saat itu, sejumlah perwira tinggi yang bertugas di lingkungan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri disebut-sebut dibawa ke Mako Brimob.

Bahkan, seorang jenderal bintang empat dikabarkan turut menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya diperbolehkan meninggalkan lokasi. Informasi tersebut juga belum memperoleh konfirmasi resmi.

Terpisah Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir belum memberikan penjelasan mengenai kebenaran kabar penangkapan sejumlah jenderal.

Saat mendapat pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026), 

Isir mengaku memahami persoalan yang tengah ramai dibicarakan.

"Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu)," ujar Isir sambil tersenyum di konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026). 

Ketika didesak memberikan penjelasan, Isir belum memastikan apakah benar terdapat perwira tinggi yang diamankan maupun menjalani pemeriksaan internal.

"Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya," katanya.