Dua Operator Ekskavator Tewas Dalam Kabin, Alat Berat Terendam di Galian Desa Sepala Dalung Kaltara
WARTABANJAR.COM, TARAKAN - Polres Tana Tidung tengah menyelidiki kasus tewasnya dua operator ekskavator di areal PT Teknik Utama Mandiri (TUM) Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)
Danil Wahyu (22) dan Sulfahmi (27) ditemukan meninggal dunia dalam kabin alat berat tersebut pada Sabtu (31/10/2026).
Berdasarkan penyelidikan sementara, dua pekerja asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, itu berpamitan kepada rekan kerjanya untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) ekskavator pada Jumat (30/10/2026) malam.
Baca juga: BMKG Kalteng Terangkan Hujan Es di Palangka Raya Berskala Lokal
Namun, hingga Sabtu dini hari, Danil dan Sulfahmi tidak kunjung kembali ke mess perusahaan.
"Sekitar pukul 04.00 Wita, salah satu rekan korban terbangun dan tidak menemukan kedua korban di dalam kamar mess. Kemudian saksi membangunkan rekannya yang lain untuk menanyakan keberadaan korban," kata Kasat Reskrim Iptu Martin Samuel Sibarani, Minggu (1/11/2026).
Merasa curiga, saksi bersama sejumlah rekan kerja kemudian mendatangi lokasi tempat kedua korban melakukan pengisian BBM ekskavator.
Sekitar pukul 04.30 Wita, mereka tiba di lokasi dan mendapati alat berat tersebut dalam kondisi tenggelam.
Hanya sebagian bagian depan ekskavator yang terlihat di permukaan air.
Melihat kondisi tersebut, saksi menduga keduanya berada di dalam alat berat tersebut.
Selanjutnya, para saksi kembali ke mess untuk memberitahukan kejadian itu kepada karyawan lainnya sekaligus meminta bantuan proses evakuasi.
Sekitar pukul 07.00 Wita, sejumlah karyawan mulai melakukan evakuasi dengan cara menguras air di sekitar ekskavator.