WARTABANJAR.COM, BARABAI – Festival Pemuda Menyala 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, tak hanya menjadi panggung kreativitas generasi muda. 

Di tengah beragam agenda seni dan ekonomi kreatif, festival ini juga mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penggalangan donasi.

Kegiatan yang diinisiasi DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) HST itu dibuka di Lapangan Dwi Warna Barabai, Jumat (30/10/2026). 

Festival berlangsung selama tujuh hari hingga 4 November 2026.

Baca juga: Polres Banjarbaru Bongkar Jaringan Sabu Rp5,5 Miliar, 13 Tersangka Terancam Hukuman hingga Seumur Hidup

Baca juga: Banpres Karhutla Banjarmasin Rp20 Miliar Belum Dieksekusi, Masih Tunggu Usulan SKPD

Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memberi ruang bagi pemuda menampilkan potensi sekaligus memperluas jejaring. 

Agenda tersebut meliputi panggung seni pelajar, keterlibatan organisasi kepemudaan, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga dialog mengenai startup dan ekonomi kreatif.

Ketua DPD KNPI HST, Nadea Rizky Ananda, mengatakan festival ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi generasi muda untuk bertukar gagasan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan dan kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat,” ujarnya.

Semangat kolaborasi juga diwujudkan melalui tema Pemuda Peduli Karhutla. 

Panitia mengajak pengunjung dan masyarakat berpartisipasi dalam pengumpulan donasi untuk membantu penanganan karhutla.

Di sisi lain, kehadiran bazar UMKM dan dialog ekonomi kreatif membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung. Kegiatan ini sekaligus mempertemukan kreativitas anak muda dengan peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Bupati HST, Samsul Rizal, melalui Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi, mengapresiasi inisiatif KNPI yang memadukan kegiatan kreatif dengan aksi sosial.

Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang meriah, tetapi mampu mendorong lahirnya gagasan dan gerakan yang berkelanjutan.