WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Hujan yang mulai mengguyur Kalimantan Selatan setelah kemarau panjang membawa harapan berkurangnya penyakit akibat kabut asap. 

Namun demikian Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr H Diauddin MKes, meminta masyarakat waspada terhadap ancaman penyakit musim hujan seperti demam berdarah dengue (DBD) yang berpotensi meningkat seiring munculnya genangan.

Oleh karena itu, Diauddin mengimbau warga mulai membersihkan lingkungan dan memastikan tidak ada genangan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Baca juga: Bank Dunia dan Kemendagri Gelar Rapat Bahas Banjir di Kota Banjarmasin

Baca juga: Polres Banjarbaru Bongkar Jaringan Sabu Rp5,5 Miliar, 13 Tersangka Terancam Hukuman hingga Seumur Hidup

“Insya Allah kalau semuanya menjaga rumah masing-masing dari terbentuknya genangan, maka sekampungan tidak ada DBD,” ujarnya usai mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman kantor gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu (28/10/2026

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kalsel terus menjalankan sistem kewaspadaan dini dan respons melalui tim surveilans, disertai edukasi kepada masyarakat. 

Meski belum menerbitkan surat edaran khusus terkait kewaspadaan penyakit pada masa peralihan musim, upaya pemantauan dan penyampaian informasi tetap dilakukan.

Selain DBD, Diauddin menjelaskan perkembangan eliminasi malaria di Kalimantan Selatan. 

Menurutnya, Kabupaten Kotabaru menjadi satu-satunya wilayah yang masih menghadapi tantangan untuk mencapai status eliminasi malaria.

Ia menerangkan, tantangan tersebut berkaitan dengan kondisi masyarakat di wilayah kepulauan. 

Saat angin barat dan air laut pasang, sebagian warga harus mengungsi karena permukiman mereka terdampak air. Ketika kondisi cuaca berubah, warga kembali ke rumah masing-masing.

Situasi tersebut menyulitkan pengendalian tempat perkembangbiakan nyamuk malaria, terutama ketika rumah dan lingkungan yang ditinggalkan tidak terpantau secara rutin.

Namun dengan hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir, Diauddin berharap dapat membantu menurunkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia yang berkaitan dengan paparan kabut asap. (Wartabanjar.com)