Bank Dunia dan Kemendagri Gelar Rapat Bahas Banjir di Kota Banjarmasin
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Jumat (30/10/2026), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan kegiatan Rapat Identifikasi Kebutuhan, Analisis dan Perencanaan di Banjarmasin.
Kegiatan ini terkait National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didanai International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau Bank Dunia.
NUFReP merupakan program strategis terkait manajemen banjir perkotaan yang kerap menjadi ancaman terhadap masyarakat di berbagai kota di Indonesia.
Kegiatan Rapat Identifikasi Kebutuhan, Analisis dan Perencanaan yang diadakan di Kota Banjarmasin tersebut dalam rangka mengoptimalkan sistem tata kelola data banjir perkotaan menjadi satu pusat informasi terpadu atau yang disebut Knowledge Management Platform (KMP).
Baca juga: Banpres Karhutla Banjarmasin Rp20 Miliar Belum Dieksekusi, Masih Tunggu Usulan SKPD
Baca juga: Link Live Skor Hasil Barito Putera vs Persis Liga 2 Hari Ini, Satu Kata: Menang
Sebelum memasuki tahap perancangan arsitektur sistem dan pembuatan aplikasi, diperlukan terlebih dahulu kegiatan Rapat Identifikasi Kebutuhan, Analisis, dan Perencanaan.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari prinsip bahwa sistem dirancang bersama-sama dengan penggunanya, bukan diserahkan kepada pengguna dalam keadaan sudah jadi.
Karena itu, kegiatan ini melibatkan pemangku kepentingan inti di enam kota sasaran NUFReP, yaitu Banjarmasin, Bima, Gorontalo, Manado, Medan, dan Semarang,
Ada pun peserta dari Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Ada empat tema sentral yang menjadi fokus kegiatan Rapat Identifikasi Kebutuhan, Analisis dan Perencanaan yakni penyusuan alur kerja penanganan banjir, pengenalan dan pembahasan contoh awal sistem (prototipe), kesepakatan cara menghubungi sistem dan penyusunan rencana aksi bersama.
Dalam arahannya, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengapresiasi kegiatan Rapat Identifikasi Kebutuhan, Analisis dan Perencanaan terkait tata kelola data banjir perkotaan dengan sistem data terpadu.