Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong guna mewujudkan pengembangan sistem informasi dan penanganan masalah banjir di daerah-daerah. 

"Saya kira banyak masalah yang harus kita hadapi dan masalah itu pasti bisa kita hadapi kalau kita gotong royong dan kita bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu, selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin Ichrom Muftezar mendukung penuh pengembangan sistem tata kelola data banjir perkotaan atau daerah menjadi pusat informasi terpadu. 

Bahkan disampaikan Sekdako Muftezar, Kota Banjarmasin sudah memiliki aplikasi khusus untuk kebencanaan responsif termasuk penanganan masalah banjir di Kota Seribu Sungai. 

"Pemerintah Kota Banjarmasin akan mendukung platform yang diusung oleh Kementerian Dalam Negeri yaitu KMP Knowledge Management Platform yang mana nanti salah satu aplikasi akan kita usulkan yaitu SIP Banar," ujar Sekdako Muftezar. 

"SIP Banar ini merupakan sistem informasi pelayanan kebencanaan responsif yang dibuat oleh BPPD Kota Banjarmasin dan mudah-mudahan dalam waktu segera kita bisa menyiapkan berbagai langkah agar bisa mengintegrasikan antara SIP Banar dan KMP," pungkasnya. (Wartabanjar.com/*)