Dilema Karhutla di Kabupaten Banjar, Bara Tersembunyi di Dalam Tanah hingga Air Minim
Terkait antisipasi dan mitigasi ancaman Karhutla yang mendekati permukiman, Kasyaf memaparkan DPKP menyiagakan sebanyak 75 personel dalam sistem piket 24 jam.
Kekuatan ini disebar di Mako DPKP, Pos Gambut, dan Sektor Mataraman, serta dibantu oleh jejaring relawan swasta.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, petugas juga memperketat patroli di wilayah rawan serta membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas ke permukiman.
”Jika ada lonjakan laporan di malam hari, kekuatan langsung dibagi secara mobile dan terpadu agar penanganan bisa dilakukan serentak,” tambahnya.
Menghadapi potensi ancaman api yang mendekati kawasan penduduk, Kasyaf mengimbau masyarakat di sekitar lahan rawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga juga diminta segera mengamankan tabung gas dan barang mudah terbakar, menyiapkan jalur evakuasi mandiri, serta tidak membakar sampah sembarangan.
”Warga kami harapkan tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan jika diarahkan untuk menjauh atau mengungsi demi keselamatan jiwa,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)