Heli Water Bombing Gunakan Kolam Surfaktan Mulai Senin, Selesai Dibikin Dinas PUPR Kalsel
Penggunaan surfaktan diharapkan meningkatkan efektivitas pembasahan lahan gambut, sehingga menjadi salah satu langkah untuk menekan risiko kebakaran dan penyebaran asap.
“Tujuannya adalah membasahi lahan dan menaikkan muka air tanah agar tidak terlalu jauh dari permukaan. Dengan begitu, gambut tetap basah dan risiko kebakaran bisa ditekan,” jelasnya.
Sementara itu, di sekitar Jembatan Syarkawi, PUPR Kalsel menyiapkan 10 unit pompa berkapasitas enam inci. Enam di antaranya digunakan untuk membasahi areal di sisi timur jembatan hingga bagian pematang gambut.
PUPR Kalsel juga membangun sumur bor di pertigaan Jalan Syarkawi, dekat SPBU 417. Saat wawancara berlangsung, pengeboran telah mencapai sekitar 25 meter dari target perkiraan kedalaman 35 meter.
Pasokan Air Didukung Sungai Martapura dan Riam Kanan
Herry mengatakan, upaya pembasahan melibatkan kolaborasi PUPR Kalsel, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pihak swasta yang membantu penyediaan pompa dan alat berat. Dukungan perusahaan, termasuk PT Anugerah Aneka Energi Kalimantan, turut memperkuat penanganan di lapangan.
Terkait ketersediaan air selama musim kemarau, ia memastikan pasokan masih dapat diandalkan melalui Sungai Martapura dan kawasan Riam Kanan.
Air Sungai Martapura dialirkan melalui Saluran Pembuang Primer Ulin. Pendalaman dan pembersihan saluran tersebut didukung Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, sehingga aliran air dapat diteruskan menuju kawasan Syarkawi dan hutan lindung di sekitarnya.
“Alhamdulillah, sumber air masih tersedia. Kami memanfaatkan Sungai Martapura dengan pola pasang surut. Saat air pasang, aliran dibuka, sedangkan saat surut pintu ditutup,” kata Herry.
Menurutnya, ketersediaan sumber air, pengoperasian pompa, serta pembasahan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kelembapan gambut selama periode rawan karhutla.
Melalui berbagai langkah tersebut, PUPR Kalsel berharap risiko kebakaran dan kabut asap di kawasan Syarkawi serta sekitar bandara dapat ditekan, sehingga keselamatan masyarakat dan kelancaran penerbangan tetap terjaga. (Wartabanjar.com)