Heli Water Bombing Gunakan Kolam Surfaktan Mulai Senin, Selesai Dibikin Dinas PUPR Kalsel
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan merampungkan pembangunan kolam surfaktan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kabupaten Banjar untuk mendukung pengeboman air menggunakan helikopter terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Cairan surfaktan diyakini pemerintah lebih efektif mengatasi kebakaran di lahan gambut.
Kolam berukuran 20 x 30 meter persegi dengan kedalaman empat meter tersebut dibangun sesuai arahan Gubernur Muhidin dan dijadwalkan mulai digunakan pada Senin (26/10/2026).
Baca juga: Bobon Masak Besar Sehari 3.000 Porsi untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa Pulang Pisau Kalteng
Baca juga: Upin Ipin Ikut Soroti Kabut Asap Karhutla, Ajari Cara Padamkan Kebakaran: "Jangan Main Api"
Ini sebagai bagian dari upaya mengatasi karhutla khususnya di sekitar ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kalsel Ir. Herry Ade Permana, mengatakan pembasahan lahan gambut telah berlangsung selama dua pekan di tiga titik, yakni kawasan Sambang Lihum, areal Waluyo atau kebun jagung milik Kapolda Kalsel, serta sekitar Jembatan Syarkawi.
Hal tersebut disampaikannya saat wawancara di Posko PUPR Kalsel, tepat di bawah Jembatan Layang Lingkar Utara Sungai Tabuk, Jalan Gubernur Syarkawi, Banyu Hirang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (24/10/2026).
“Selama dua minggu terakhir, kami fokus melakukan pembasahan di tiga titik tersebut. Untuk Sambang Lihum, land clearing sudah selesai dan pembasahan juga telah dilakukan,” ujar Herry.
Di kawasan Waluyo, PUPR Kalsel mengoperasikan 14 pompa untuk membasahi lahan dan menjaga muka air tanah gambut.
Sebanyak 10 pompa ditempatkan di sekitar areal yang berbatasan dengan Jalan Ahmad Yani, sedangkan empat lainnya digunakan di sekitar kolam surfaktan.
Herry menjelaskan, kolam tersebut disiapkan agar helikopter dapat menggunakan campuran surfaktan dalam operasi pembasahan.
Perangkat pendukung dan penanda dari udara juga disiapkan agar lokasi kolam lebih mudah dikenali oleh pilot.