YPR Kobra Kalsel Ajak Korban Narkoba Pulihkan Diri Lewat Masak Bersama di Pulau Sirang
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Menepi sejenak dari rutinitas dan menyatu dengan alam menjadi salah satu cara mengatasi kejenuhan.
Pendekatan ini dilakukan Yayasan Pemulihan Rehabilitasi Korban Narkoba (YPR Kobra) Kalsel melalui kegiatan Rileks Alam di Pulau Sirang, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk membantu klien mengelola burnout atau kejenuhan, sekaligus melatih kemampuan mengelola diri dengan memanfaatkan lingkungan alam sekitar.
Baca juga: Bobon Masak Besar Sehari 3.000 Porsi untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa Pulang Pisau Kalteng
Baca juga: Upin Ipin Ikut Soroti Kabut Asap Karhutla, Ajari Cara Padamkan Kebakaran: "Jangan Main Api"
Kepala Bidang Program YPR Kobra Kalsel, Kamal, mengatakan alam dipilih sebagai ruang kegiatan karena memberikan kesempatan bagi klien untuk berbaur dengan lingkungan sekaligus belajar memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
“Dengan kita berbaur dengan alam, ada beberapa poin yang bisa diambil dari sini. Selain kita berbaur dengan alam, kita juga bisa memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan keterbatasan yang ada, kita bisa mengelola manajemen diri,” ujarnya.
Berbagai aktivitas dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari konseling kelompok, memancing, hingga memasak bersama.
Menariknya, bahan makanan yang diolah berasal dari hasil memancing maupun sumber daya alam yang tersedia.
Aktivitas sederhana ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk membangun kemandirian, kebersamaan, dan kemampuan mengelola diri.
Melalui suasana yang lebih santai di alam terbuka, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi klien untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, serta menjalani proses pemulihan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi YPR Kobra Kalsel, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan suasana pemulihan yang tidak hanya berfokus pada konseling, tetapi juga memberikan kesempatan bagi klien untuk belajar, berinteraksi, dan membangun kembali semangat melalui kebersamaan dengan alam. (Wartabanjar.com)