Kabut Asap Palangka Raya Menguning Lagi, Warga Tuntut Pemerintah Pusat Tangani Karhutla
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Langit Kalimantan kembali menguning beberapa hari ini karena tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ini dirasakan warga Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026) pagi, terlebih di daerah-daerah di Kalimantan Tengah.
Langit Kota Palangka Raya terlihat kuning sejak beberapa hari lalu.
Selain menyiksa pernapasan dan membuat perih mata, kondisi ini mengkhawatirkan kalangan ibu yang tengah memiliki bayi.
Baca juga: Bobon Masak Besar Sehari 3.000 Porsi untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa Pulang Pisau Kalteng
Baca juga: Pria Sepunggur Tanah Bumbu Simpan Sabu Hampir 1 Kg di Rumah Kontrakan
Ini disampaikan sejumlah ibu yang membawa bayinya ke Rumah Oksigen di kawasan Bundaran Besar.
Seorang warga Jalan G Obos mengatakan menutup selalu menutup pintu, jendela dan ventilasi untuk meminimalkan paparan asap terhadap anaknya yang masih rentan.
Karena merasa kondisi kesehatan bayinya terganggu, dia berencana memeriksakannya ke dokter.
Kabut asap juga mendorong warga mendatangi rumah oksigen di sejumlah titik, termasuk fasilitas yang disediakan Pemprov Kalteng di kawasan Bundaran Besar dan rumah oksigen yang didirikan masyarakat.
Seorang pengguna Rumah Oksigen lainnya berharap pemerintah segera mengambil langkah lebih serius untuk menangani karhutla.
Ia juga meminta bantuan bagi petugas pemadam kebakaran dan masyarakat yang turut berjuang memadamkan api ditingkatkan.
“Mungkin bisa menetapkan kebakaran ini sebagai bencana nasional dan semoga cepat ada penanganan dan bantuan juga kepada para damkar, masyarakat juga yang ikut membantu memadamkan api secepatnya,” ujarnya. (Wartabanjar.com)