Kasus ISPA di Kalsel Naik Jadi 11 Ribu per Minggu, Dinkes Siapkan 113 Rumah Oksigen
Diauddin menambahkan, pihaknya juga melakukan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat serta edukasi ke sekolah, perguruan tinggi, dan pondok pesantren.
Dalam kegiatan tersebut, petugas turut membagikan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap.
Meski demikian, ia mengakui penanganan dampak kesehatan akibat karhutla membutuhkan dukungan logistik yang berkelanjutan.
Salah satu kebutuhan yang harus terus dipenuhi adalah masker, mengingat penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kelayakan masker selama beraktivitas.
Diauddin menegaskan, upaya pencegahan dan edukasi perlu terus dilakukan, tetapi sumber masalah berupa kebakaran hutan dan lahan juga harus segera ditangani agar paparan asap tidak terus berlanjut.
“Kita berharap hujan turun agar udara kembali bersih,” tuturnya.
Dinkes Kalsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang mengalami keluhan gangguan pernapasan diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. (Wartabanjar.com)