Menhut Raja Juli Ingatkan Karhutla Kalsel Masih Mengancam
Selain pemadaman udara, pemerintah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu menghadirkan hujan.
Menurut Raja Juli, hujan yang turun di sebagian wilayah Kalimantan belakangan ini, tidak seluruhnya merupakan hujan alami, melainkan juga hasil rekayasa cuaca.
Sementara itu, pasukan darat yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan pemadaman.
Raja Juli mengapresiasi kerja petugas di lapangan, tetapi menegaskan upaya tersebut harus diikuti penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
Ia menyebut sejumlah perusahaan telah dikenai tindakan berupa pembekuan maupun pencabutan izin. Sebagian perkara juga telah memasuki proses pidana.
Penindakan, lanjutnya, tidak hanya ditujukan kepada pelaku kecil, tetapi juga perusahaan besar apabila ditemukan bukti pelanggaran.
“Saya lupa datanya, tapi coba di-google kembali, ada sekitar 26 perusahaan. Ini akan berproses lagi, mungkin ada lima atau enam perusahaan yang segera saya akan umumkan kembali untuk dibekukan maupun dicabut izinnya,” ungkapnya.
Di luar penindakan, Raja Juli menilai edukasi masyarakat menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Sebab, upaya petugas dapat kembali terbebani apabila pembukaan lahan dan pembuatan kebun masih dilakukan dengan cara membakar.
Ia mengingatkan, sumber api bisa berasal dari aktivitas yang dianggap sepele, mulai dari puntung rokok hingga api unggun.
“Kami mohon kembali masyarakat, jangan main api. Tinggal satu bulan lagi, sesuai dengan prediksi BMKG, hujan alaminya baru datang sekitar satu bulan lagi,” tegasnya.
Raja Juli meminta masyarakat menjaga kedisiplinan hingga hujan alami tiba agar kebakaran tidak kembali meluas dan menambah beban petugas maupun pemerintah.
“Kasihan masyarakat kita, kasihan masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (wartabanjar.com)