WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pemandangan berbeda terjadi saat Salat Jumat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Salat pada Jumat (9/10/2026) siang itu berlangsung di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kendati demikian, jemaah tetap berbondong-bondong mendatangi Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk melaksanakan kewajiban. 

Baca juga: Antrean Biosolar Mengular Lagi di Banjarmasin, Pertamina: Penambahan Kuota Tergantung Pemprov Kalsel

Baca juga: Aksi Kejar-kejaran Petugas Satpol PP Tanah Laut Amankan Pria Diduga ODGJ Bawa Sajam di Pelaihari

Sahrul (68) warga Jalan Kelayan B, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, mengaku merasa kurang nyaman dengan adanya kabut asap tebal. 

"Mata perih, bau asap juga. Kada nyamanlah kita kalau seperti ini terus," katanya. 

Senada dengan Sahrul, Tedi (45) warga Jalan Bumi Mas, Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan, mengaku terganggu dengan bau kabut asap. 

Namun kewajiban untuk salat di masjid dan musala merupakan keharusan bagi pria muslim.

"Sebenarnya terganggu lah, mau salat ada kabut asap tebal. Tapi sudah begini kondisinya, lama-lama kita jadi merrasa terbiasa," ujarnya. 

"Semogalah jangan seperti ini dan kebakaran hutan dan lahan ditangani pemerintah," pungkasnya.

Kabut asap tebal menyelimuti Kota Banjarmasin sejak Jumat pagi hingga siang. 

Kondisi ini selaras dengan laporan kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Menurut  instansi ini, udara Kota Banjarmasin pada Jumat  pagi tergolong berbahaya. 

"Kota Banjarmasin 1001 (berbahaya)", demikian isi informasi tertulis Dinas Lingkungan Hidup Kalsel di akun Instagramnya.

Warga pun diminta untuk tetap selalu menjaga diri agar tidak sampai terpapar kabut asap yang dapat menyebabkan menurunnya kesehatan utamanya gangguan pernapasan. (Wartabanjar.com)