WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Polres Banjar menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Jumat (9/10/2026).

Bantuan tersebut disalurkan di depan Balai Desa Indrasari menggunakan dua truk tangki dengan total kapasitas 10.000 liter. 

Penyaluran ini menyasar warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau yang berkepanjangan. 

Kapolres Banjar AKBP Bony Ariefianto mengatakan, jumlah air yang disalurkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar warga sekitar. 

“Jadi untuk memenuhi 100 Kepala Keluarga ini masih cukup, bahkan lebih,” ujarnya saat ditemui disela pembagian air. 

Baca juga: Antrean Biosolar Mengular Lagi di Banjarmasin, Pertamina: Penambahan Kuota Tergantung Pemprov Kalsel

Baca juga: Karhutla di Banjarbaru, Landasan Ulin Terdampak hingga 937 Hektare

Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Banjar membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih di tengah musim kemarau berkepanjangan.

Kapolres menjelaskan, pihaknya telah mendata wilayah terdampak kekeringan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar. 

“Ada 16 lokasi yang sudah kita datakan. Ini yang akan menjadi sasaran kita nanti ke depan,” katanya.

Penyaluran air bersih direncanakan dilakukan secara bergantian ke desa dan kecamatan lain yang membutuhkan. Dengan begitu, bantuan tidak hanya terpusat di satu lokasi.

Selain distribusi menggunakan tangki, Polres Banjar juga mengevaluasi kemungkinan penyediaan tandon air di desa terdampak.

Kapolres mengatakan, usulan penempatan tandon akan dibahas bersama BPBD agar pengisian air dapat dijadwalkan sesuai kebutuhan warga.

“Untuk lokasi-lokasi desa yang terdampak kekeringan, nanti kita usulkan untuk penempatan tandon-tandon,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari Cabang Banjar juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada warga serta vitamin bagi anak-anak.

Kapolres mengatakan, bantuan air bersih dan kegiatan sosial lainnya diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau yang masih berlangsung.

“Nanti warga masyarakat yang berdatangan, insya Allah akan tetap kita penuhi untuk kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (wartabanjar.com)