Karhutla di Banjarbaru, Landasan Ulin Terdampak hingga 937 Hektare
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kecamatan Landasan Ulin menjadi wilayah dengan luasan lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dengan luas mencapai 937 hektare.
Berdasarkan data BPBD Banjarbaru, wilayah terdampak terluas berikutnya adalah Kecamatan Cempaka dengan 507 hektare dan Kecamatan Liang Anggang seluas 350 hektare.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Arrasyid, mengatakan tiga kecamatan tersebut menjadi wilayah yang paling banyak terdampak karhutla.
Selama proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca dan keterbatasan sumber air.
Harun menjelaskan, dampak karhutla tidak hanya berupa lahan yang terbakar. Sejumlah bangunan seperti pondok dan gubuk tak berpenghuni juga turut terdampak.
Baca Juga Korban Tenggelam di Bendungan Riam Kanan Banjar Ditemukan, Mengapung Tak Jauh dari Jukung
Baca Juga Kabut Asap Tebal Selimuti Kota Banjarmasin, Siswa Tetap Sekolah
"Untuk rumah berpenghuni belum ada," ungkapnya.
Harun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar lahan untuk membuka area baru maupun membuang puntung rokok sembarangan.
"Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, bijak dalam menggunakan air dan jaga kesehatan," pesannya.
Beberapa hari terakhir karhutla melanda banyak wilayah di Kalimantan Selatan.
Paling parah, melanda wilayah Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.
Akibatnya, kualitas udara di dua wilayah tersebut masuk kategori berbahaya. (wartabanjar.com).