Inovasi SATRIA SMPN 7 Pelaihari Latih Siswa Tanggap Bencana Karhutla di Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - UPTD SMP Negeri 7 Pelaihari meluncurkan inovasi Sekolah Tanggap Risiko dan Siaga Bencana (SATRIA) untuk membekali para siswa pengetahuan serta keterampilan evakuasi mandiri saat menghadapi kondisi darurat, Pelaihari, Jumat (9/10/2026).
Langkah ini diambil mengingat Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi risiko kebencanaan yang cukup tinggi, terutama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, bencana banjir, hingga kebakaran pemukiman.
Melalui program SATRIA, pihak sekolah ingin mengubah pola pikir siswa agar kesiapsiagaan bencana lahir dari kesadaran sendiri, bukan sekadar mengikuti instruksi.
Rangkaian program diawali dengan pembekalan materi prabencana dan peragaan peralatan pemadam karhutla secara langsung oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut.
Di dalam kelas, para guru turut memperkuat pemahaman siswa mengenai sikap tenang dan tata cara berlindung saat keadaan darurat.
Tidak berhenti pada teori, para murid kemudian diajak berdiskusi kelompok merancang denah jalur evakuasi menggunakan penggaris dan buku tulis.
Baca Juga Korban Tenggelam di Bendungan Riam Kanan Banjar Ditemukan, Mengapung Tak Jauh dari Jukung
Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Banjarmasin Banjarbaru Diselimuti Kabut Asap
Mereka menentukan titik penanda pintu keluar, memetakan rute teraman, serta menetapkan lokasi titik kumpul.
Hasil racikan denah terbaik dari siswa ini yang nantinya dipasang di sudut-sudut bangunan sekolah.
Tahapan inovasi ini kemudian dimantapkan lewat simulasi evakuasi secara berkala. Saat sirene darurat dibunyikan, seluruh warga sekolah bergerak tertib menyusuri jalur evakuasi menuju titik kumpul, sebelum guru melakukan pendataan ulang untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para siswa yang mengaku kini lebih siap dan tidak lagi panik saat membayangkan kondisi darurat.
“Dulu saya belum tahu harus ke mana kalau ada kebakaran. Sekarang saya hafal jalur keluar dan titik kumpulnya. Membuat denah bersama teman-teman juga seru, jadi saya lebih paham dan tidak takut lagi,” ujar Angel, siswa kelas VII A.