Hasil budidaya pangan dapat membantu memenuhi kebutuhan tertentu, sekaligus mendukung ketersediaan komoditas yang berkaitan dengan pergerakan harga.

Karena itu, INRAPA Gempida diharapkan menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah, dalam menjaga pasokan dan membantu pengendalian inflasi secara berkelanjutan.

Ia meminta perangkat daerah yang telah menjalankan program tersebut tidak hanya aktif ketika ada kegiatan monitoring. 

Rumah pangan perlu terus dirawat dan dikembangkan, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

“Harapannya, gerakan masyarakat peduli inflasi daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” pungkasnya.

Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) HST, Hasanzidni, mengatakan monitoring menjadi bagian dari upaya melihat konsistensi pelaksanaan INRAPA Gempida di lingkungan perangkat daerah.

Menurutnya, lahan yang tersedia di sekitar perkantoran masih dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan. 

Selain produktif, keberadaan rumah pangan juga membuat lingkungan kantor lebih hijau dan asri.

Dengan pemanfaatan lahan tersebut, program diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tambahan di lingkungan perkantoran, tetapi dapat terus berkembang sesuai potensi dan kondisi masing-masing instansi. (wartabanjar.com/*)