WARTABANJAR.COM, TANJUNG — Pemerintah Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana mengembangkan masakan khas paliat menjadi produk kalengan.

Rencana tersebut untuk memperkenalkan kuliner khas Tabalong tersebut keluar daerah sekaligus mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memiliki nilai tambah dan mampu naik kelas.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani seusai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Program Prioritas Pelatihan Tenaga Terampil di Dinas Tenaga Kerja Tabalong, Minggu (13/9/2026).

Menurut Noor Rifani, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan. 

Pemerintah daerah juga perlu mendorong inovasi terhadap produk-produk unggulan agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Baca juga: Masak Air di Belakang Rumah Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Desa Lokbatu Tabalong Jadi Arang

Baca juga: Posko SAR KM Virgo Dibangun di Pelabuhan Banjarmasin, 102 Penumpang Selamat dan Satu Orang Meninggal

Salah satu yang menjadi perhatian adalah masakan paliat. 

Selama ini, paliat lebih banyak dikonsumsi sebagai makanan segar sehingga pemasarannya masih terbatas.

Dengan dikembangkan dalam bentuk kaleng, paliat diharapkan memiliki daya simpan lebih panjang dan dapat dipasarkan sebagai salah satu pilihan oleh-oleh khas Tabalong.

Paliat adalah makanan berupa ikan dengan kuah santan kental. 

Makanan dari Kecamatan Kalua ini biasanya disajikan dengan sayur daun singkong dan sambal, serta disantap bersama nasi putih.

Bahan utama paliat biasanya ikan haruan atau gabus, baung, patin dan udang.

Adapun bumbu kuahnya terbuat dari santan kental, kunyit, jahe, kemiri, dan bawang merah yang dicampur dengan jeruk purut.

"Ya, jadi memang kami terus mendorong upaya-upaya dari UMKM kita ini bisa naik kelas. Salah satunya potensi daerah kita seperti masakan paliat ataupun buah langsat khas daerah kita," ujar H Fani sapaan akrabnya.

Menurutnya, seperti buah Langsat Tanjung pengolahan dalam bentuk kemasan menjadi salah satu cara agar produk lokal dapat dinikmati tidak hanya pada waktu tertentu.