WARTABANJAR.COM, BARABAI – Di tengah penyaluran BBM bersubsidi yang terpantau tertib di sejumlah SPBU Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan tim monitoring masih menerima laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan pertanian.

Laporan tersebut menjadi salah satu temuan tim monitoring Dinas Perdagangan HST saat melakukan pemantauan dan uji petik penyaluran BBM jenis Biosolar dan Pertalite pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.

Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, mengatakan laporan yang diterima di lapangan berkaitan dengan kebutuhan BBM untuk mengoperasikan traktor dan mesin pertanian lainnya.

“Beberapa masyarakat melaporkan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi untuk menjalankan alat atau mesin pertanian, seperti traktor dan sejenisnya, termasuk untuk pabrik penggilingan padi,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena BBM menjadi salah satu kebutuhan penunjang aktivitas pertanian masyarakat. 

Baca Juga Sampah Rumah Tangga Berserakan di Sungai Barabai HST

Baca Juga Karhutla Sambang Lihum Membesar, Korem 101/Antasari Siapkan Penguatan Personel

Karena itu, mekanisme penyaluran BBM bersubsidi perlu lebih dipahami petani maupun kelompok tani. Sosialisasi juga diharapkan mencakup gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan pemilik pabrik penggilingan padi.

“Diharapkan pihak Pertamina dapat menyosialisasikan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi kepada petani, kelompok tani, Gapoktan dan pemilik pabrik penggilingan padi,” katanya.

Irfan menambahkan, hasil monitoring di lapangan menunjukkan penyaluran BBM bersubsidi secara umum berjalan tertib dan lancar di tujuh SPBU yang dipantau.

Ketujuh SPBU tersebut yakni SPBU Lok Besar, Sungai Rangas, Kapuh, Durian Gantang, Timbok Bahalang, Mandingin dan Lingkar Walangsi.

Selain sektor pertanian, Irfan menyebut tim monitoring juga menerima laporan mengenai kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi untuk kebutuhan mobil dinas ambulans.

Persoalan tersebut menjadi salah satu catatan dalam monitoring untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi terkait mekanisme penyaluran BBM bersubsidi bagi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Monitoring dan uji petik dilakukan selama dua hari untuk melihat penyaluran BBM jenis Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU di HST. (wartabanjar.com)