WARTABANJAR.COM - Marco Bezzecchi tampil tajam sekaligus fantastis, dalam sesi kualifikasi MotoGP San Marino 2026. Pembalap Aprilia tersebut tidak hanya mencetak waktu tercepat, tapi juga membuat rekor lap baru di Sirkuit Misano, dengan catatan 1 menit 29,982 detik.

Menghadapi gempuran dramatis dari Marc Marquez dan manuver mengejutkan Fermin Aldeguer di menit-menit akhir, Bezzecchi berhasil mempertahankan posisinya untuk mengunci posisi start terdepan pada Sprint Race dan balapan utama hari Minggu (13/09/2026).

​"Itu adalah lap yang bagus. Aku senang karena sesi kualifikasi ini tidak mudah," ungkap Bezzecchi di parc ferme, tepat usai kualifikasi pada Sabtu (12/09/2026). "Aku menghadapi banyak bendera kuning dan sulit menjaga konsentrasi," tambahnya.

Pada stint pertama, ia mampu bertahan di lintasan satu lap lebih lama hanya untuk mencatatkan waktu. 

"Beruntung itu menjadi catatan waktu terbaikku. Karena pada stint kedua aku tidak bisa mendapatkan lap yang bersih," lanjut rider asal Italia tersebut.

Sesi kualifikasi 2 (Q2) kelas utama MotoGP berlangsung di bawah cuaca sedikit mendung. Suhu aspal mencapai 29° Celcius. Mayoritas pembalap membuka sesi ini menggunakan kombinasi ban Michelin Medium-Soft.

Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) dan Fermin Aldeguer (Gresini), dua pembalap tercepat dari sesi Q1, bergabung dengan 10 pembalap tercepat dari sesi latihan (practice) pada Jumat (11/09/2026).

Baca Juga: Hasil lumayan Veda Ega di Moto3 San Marino 2026, Start di Posisi 16

Baca Juga: Awalan Baik Veda Ega di Moto3 San Marino 2026, Lolos ke Q2 Hari Ini

Ada Marco Bezzecchi, Marc Marquez (Ducati), Alex Marquez (Gresini), Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli (VR46). Lalu ada Pedro Acosta (KTM), Luca Marini (Honda), Johann Zarco (LCR Honda), Pol Espargaro (Tech 3), dan Jorge Martin (Aprilia).

Ke-12 pembalap tersebut bertarung memperebutkan posisi start, untuk balapan Sprint mendatang, serta balapan utama Grand Prix pada hari Minggu.

​Jelang sesi 15 menit ini dimulai, rekor catatan waktu 1 menit 30,031 detik milik Francesco Bagnaia yang dicetak pada 2024 masih belum tergoyahkan.