Menurut Fahrurrazi, setiap ornamen yang ditampilkan memiliki keterkaitan, mulai dari Al-Qur’an, masjid, keluarga, jukung, Pasar Terapung hingga Sasirangan. 

Keseluruhan unsur tersebut menjadi gambaran masyarakat Kalsel yang religius, berbudaya, menjunjung kebersamaan, serta memiliki komitmen membangun generasi Qur’ani.

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan. 

Keikutsertaan Kafilah Kalsel menjadi momentum memperkenalkan identitas Banua sekaligus memperkuat persaudaraan antarkafilah dengan membawa semangat menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)