12 Bangunan Terbakar di Sungai Jaranih HST, 6 Siswa Terdampak
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kebakaran menghanguskan 12 bangunan di Desa Sungai Jaranih, RT 005/RW 003, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026) malam.
Musibah tersebut turut berdampak pada keluarga yang masih memiliki anak sekolah.
Dari data sementara BPBD dan Damkar HST, terdapat enam anak sekolah dari keluarga yang terdampak kebakaran.
Mereka masih menempuh pendidikan mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat.
Salah satunya merupakan anak dari Jumbri yang duduk di kelas 5 SD.
Rumah Jumbri menjadi salah satu bangunan yang terbakar habis dalam kejadian tersebut.
Baca juga: Warga Tembikar Kanan Banjar Langsung Selamatkan Balitanya, Karhulta Makin Dekati Permukiman
Baca juga: Tugboat Asal Banjarmasin Tenggelam di Kumai Kalteng, Satu Awak Tewas dan Lima Hilang
Dua anak lainnya merupakan anak dari Mahyudi, masing-masing bersekolah di MTs Haruyan kelas VII dan SMK Al Hidayah kelas XII.
Keluarga Arbain juga memiliki dua anak yang masih bersekolah.
Satu duduk di kelas 4 SD, sedangkan satu lainnya menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Dalam Pagar dengan jenjang setara kelas 1 SMA.
Sementara satu anak lainnya merupakan anak dari Lamsiah yang masih duduk di kelas 1 SD.
Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST Fitriadinor mengatakan, kebakaran tersebut turut berdampak terhadap keluarga yang memiliki anak yang masih menempuh pendidikan.
“Ada enam anak sekolah dari keluarga yang terdampak dalam kejadian kebakaran ini, mulai dari tingkat SD hingga SMA dan sederajat,” ujar Fitriadinor.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.50 Wita.
Dari 12 bangunan yang terdampak, sembilan bangunan terbakar 100 persen, sedangkan tiga lainnya mengalami kerusakan sebagian, masing-masing sekitar 15 hingga 30 persen.
Total terdapat 31 jiwa dari 11 kepala keluarga yang terdampak.
Sejumlah keluarga juga kehilangan dokumen administrasi kependudukan karena ikut terbakar bersama rumah mereka.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Penanganan dilakukan petugas gabungan BPBD dan Damkar HST, TNI, Polri, PLN, BPK/PMK, relawan, perangkat desa serta warga.