Sementara akses air di Mako Polres disediakan bagi relawan yang membutuhkan pasokan untuk penanganan karhutla.

Bagi Polres HST, dua kebutuhan tersebut berjalan beriringan selama kemarau masih berlangsung.

Bantuan air kepada warga menyasar kebutuhan dasar, sedangkan pasokan bagi relawan ditujukan untuk memperkuat penanganan kebakaran di lapangan.

Kapolres menegaskan dukungan akan terus dilakukan dengan melihat kebutuhan dan kondisi yang terjadi.

“Kondisi seperti ini tidak bisa ditangani sendiri. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, PDAM, relawan dan masyarakat sangat diperlukan agar bantuan bisa sampai kepada yang membutuhkan dan penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat,” pungkasnya. (wartabanjar.com)