DLH HST dan Rutan Barabai Kolaborasi Kelola Sampah, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Daur Ulang
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperluas pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai.
Kerja sama tidak hanya untuk menciptakan lingkungan Rutan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan terlibat langsung dalam pengelolaan sampah dan belajar mendaur ulang.
Kepala DLH HST H Mursyidi mengatakan kolaborasi menjadi salah satu langkah untuk memperluas edukasi sekaligus praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Baca juga: Belasan Orang Diperiksa, Polisi Telisik Kematian Siswa MTs Al Furgan Banjarmasin di Kemah Akbar
Baca juga: Karhutla Dekati Permukiman di Gambut Kabupaten Banjar, Tim Gabungan Padamkan Api Selama Tiga Jam
“Melalui kerja sama ini, kami berharap tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus memberikan manfaat bagi Warga Binaan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang lingkungan hidup,” ungkap Mursyidi.
Perjanjian kerja sama dilakukan Mursyidi dan Kepala Rutan Barabai Nanang Badruzzaman, Selasa (8/9/2026).
Melalui kesepakatan tersebut, warga binaan akan dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan Rutan.
Kepala Rutan Barabai Nanang Badruzzaman mengatakan, pengelolaan sampah dapat menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan, bukan sekadar kegiatan untuk menjaga kebersihan.
“Kerja sama ini merupakan upaya bersama untuk menciptakan lingkungan Rutan yang bersih dan sehat sekaligus memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada warga binaan dalam pengelolaan sampah yang bernilai manfaat. Kami berharap program ini mendukung pembinaan kemandirian dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Barabai Nor Ipansyah menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam program tersebut diharapkan memberikan pengalaman dan keterampilan yang bisa mereka terapkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Warga Binaan tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar mengelola sampah secara tepat dan produktif. Kami berharap keterampilan tersebut menjadi bekal positif bagi mereka ketika kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya. (Wartabanjar.com/*)