Pengrajin Sasirangan Tanah Laut Tembus Pasar Internasional
Promosi langsung di kancah internasional tersebut berdampak besar terhadap perluasan jaringan pemasaran digital Galyna Heiwa secara mandiri.
"Itu sudah membuka jaringan, dan beberapa desainer di sana mengajak kolaborasi dari Instagram. Ketika mereka beli produk yang dibawa ke Belgia, mereka nge-tag kami di medsos. Itu promosi yang luar biasa," lanjutnya.
Dalam setiap lembar kain Sasirangan yang dibuat, pengrajin juga menyisipkan filosofi mendalam. Salah satunya adalah motif alur yang terinspirasi dari keindahan pesisir Pantai Batakan di Tanah Laut.
"Ini Alur, sebenarnya terinspirasi dari Pantai Batakan kami. Garis-garis ini menandakan keseimbangan dan ketangguhan hidup. Untuk warna biru sebagai lambang elegansi, bahwa dalam kondisi apa pun kita harus siap sedia," terangnya.
Proses pewarnaan alami Indigofera ini mengandalkan teknik oksidasi udara. Setelah kain dicelupkan ke dalam larutan pasta alami selama 1 hingga 2 menit, kain diangkat dan diangin-anginkan agar warnanya berubah dari hijau menjadi biru pekat.
"Kunci pewarnaan ini hanya oksidasi untuk Indigofera. Kita diangin-anginkan agar teroksidasi menjadi biru, dan penjemurannya tidak boleh kena sinar matahari langsung agar tidak mempengaruhi warna," ungkapnya.
Proses pembuatan motif diawali dengan menggambar pola pada kain katun berserat alam, kemudian dilanjutkan ke tahap penjelujuran dan penyisitan (pengikatan benang kencang) sebagai perintang warna.
"Di belakangnya juga harus tembus, kalau tidak nanti beda motifnya. Ini betul-betul perintang yang membentuk motif, kalau di sini saja salah nanti motifnya tidak terbentuk," urainya.
Sebelum dicelupkan ke cairan pewarna, kain wajib melalui tahap pembersihan awal atau scouring agar pigmen warna terikat sempurna pada serat kain.
"Scouring itu gunanya untuk membersihkan sisa-sisa, yang menempel pada kain agar tidak menghalangi pewarnaan. Semuanya disisit, baru next kita masuk ke step pewarnaan," katanya.