Karhutla Banjar Capai 1.192 Hektare, Kejadian Harian Mulai Menurun
Di tengah situasi tersebut, kondisi udara di Kabupaten Banjar turut mengalami perbaikan.
Dalam tiga hari terakhir, sebut Wasis, kualitas udara berada pada kategori sedang, lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya saat kabut asap masih cukup pekat pada pagi hari.
“Empat, lima hari yang lalu kan pekat, di pagi hari itu pekat. Tapi sejak hari kemarin kita sudah lumayan, bahkan tadi pagi buka jendela jam enam pagi cerah,” katanya.
Penurunan kejadian karhutla belum membuat kewaspadaan diturunkan.
Pemerintah Kabupaten Banjar masih menempatkan sejumlah wilayah sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki risiko karhutla cukup tinggi.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengatakan tim Satgas tetap bekerja sesuai instruksi untuk merespons kejadian yang muncul di lapangan.
”Karena ada Kecamatan seperti Sungai Tabuk, Gambut dan Beruntung Baru menjadi beberapa wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap karhutla,” tegasnya.
Penanganan juga dilakukan dengan melibatkan relawan yang berada di lapangan.
Koordinasi tersebut, menurut Saidi, menjadi bagian dari upaya menjaga kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Dan tentu kami juga terus bersama-sama berkoordinasi dengan para relawan dan tentunya kewaspadaan terhadap bencana karhutla ini juga dibersamai mereka seperti itu,” pungkasnya. (wartabanjar.com)