Seniman Barabai HST Angkat Isu Kabut Asap dan Deforestasi Lewat Karya Seni
Menurutnya, keberadaan ruang semacam itu membuat Kafe Seena tidak sekadar menjadi tempat berkumpul. Masyarakat juga dapat menggunakan ruang tersebut untuk menyampaikan aspirasi.
“Terima kasih Kafe Seena sudah menjadi tempat inspirasi. Bukan sekadar tempat nongkrong, tapi bisa berkontribusi dengan menyampaikan aspirasi,” katanya.
Owner Kafe Seena, Eza, mengatakan kolaborasi dengan Amru memang sejak awal tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan karya seni di dalam kafe.
Menurutnya, isu yang dibawa berkaitan dengan sisi kemanusiaan, suara dari hutan serta persoalan deforestasi yang terjadi secara masif.
“Tentu tidak, kolaborasi ini berperan pada sisi kemanusiaan, suara dari hutan, serta deforestasi hutan yang masif. Hal tersebut kita acu pada sila ke-2 dan ke-5,” ujar Eza.
Melalui kolaborasi itu, isu lingkungan tidak hanya disampaikan melalui kanvas. Pengunjung juga diberi kesempatan menambahkan suara mereka sendiri melalui tulisan.
Di tengah persoalan kabut asap dan kerusakan hutan yang terus menjadi perhatian di Kalimantan, karya tersebut akhirnya tidak hanya bercerita tentang seekor orangutan.
Ia membawa pertanyaan yang lebih luas tentang bagaimana manusia memperlakukan ruang hidup yang juga menjadi rumah bagi makhluk lain. (wartabanjar.com)