“Hari ini kita coba salah satu bahan yang mirip, kita coba deterjen. Alhamdulillah ini agak mengurangi suhu panas di tanah,” ungkap Rosyanto.

Ia berharap cairan yang sedang dikembangkan tersebut nantinya dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan lahan di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla, termasuk Banjarbaru, Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Rosyanto juga menyebutkan, pemasangan kolam bioflok tidak hanya dilakukan di Jalan Baru Bandara.

Sejumlah lokasi lain yang rawan kebakaran, termasuk kawasan Cempaka dan Trikora, juga akan mendapatkan fasilitas serupa. Berdasarkan laporan Kapolres, terdapat sedikitnya enam titik yang membutuhkan dukungan sumber air.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat strategi penanganan karhutla dengan mendekatkan sumber air ke lokasi rawan kebakaran.

Dengan demikian, Satgas diharapkan dapat lebih cepat melakukan pemadaman, pelokalisiran dan pendinginan ketika ditemukan titik api maupun hotspot baru. (Wartabanjar.com)