WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kabut asap disertai berbau menyengat menyerang wilayah Sungai Lulut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan terakhir.

Akibatnya, masyarakat pun mulai terganggu kondisi kesehatannya.

Bahkan, aktivitas luar ruangan kelas di lingkungan pendidikan di wilayah Sungai Lulut pun mulai dibatasi.

Salah seorang warga Sungai Lulut, Nurul Muizah, bahkan mengeluh ia dan suaminya sampai alami batuk-batuk karena kondisi udara yang kurang higenis. 

"Lumayan kabutnya, saya dan suami batuk-batuk juga nih. Di Sungai Lulut pagi sih yang lebih kelihatan kabutnya, kalau sudsah siang agak berkurang," ujar Nurul, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga Api Berkobar di Alalak Berangas Batola, Bangunan Kayu Terbakar

Baca Juga 8 Orang Terjebak di Karhutla Jekan Raya Palangka Raya

Sementara itu, pihak Puskesmas Sungai Lulut membeberkan, dalam kurun waktu satu pekan lebih terakhir sejak adanya kabut asap ini, pasien yang berobat karena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) rata-rata lima hinga delapan orang per hari.

Dari jumlah rata-rata tersebut, berdasarkan informasi Puskesmas Sungai Lulut, bayi dan anak-anak adalah kelompok yang paling banyak terkena ISPA. 

"Untuk ISPA perhari sesuai yang kita masukkan ke link Kemenkes rata-rata lima perhari, kadang-kadang juga delapan," ungkap petugas kesehatan bagian program ISPA Puskesmas Sungai Lulut, Deliana.

"Dari jumlah lima dan kadang-kadang delapan itu yang paling banyak balita dan anak-anak," lanjut Deliana. 

Menurutnya, fakta kasus ISPA tersebut belum bisa dikatakan karena efek langsung kabut asap yang menyerang Sungai Lulut sepekan lebih terakhir ini. 

Meski begitu, ia tak membantah jika kabut asap tebal dan berbau menyengat bisa jadi faktor penyebabnya.

"Apakah itu karena faktor asap atau karena memang imunnya lagi rendah kita gak tahu ya, cuman karena kondisinya asap seperti ini mungkin bisa jadi gara-gara itu ISPA nya," pungkasnya. (wartabanjar.com).