Bila Anda atau anggota keluarga Anda ingin mendekati perapian, kompor, lilin, atau akan menggunakan sumber api lain, pastikan untuk tidak menggunakan pakaian atau atribut lain yang berumbai atau berjuntai-juntai. 

Hal ini sangat riskan dan akan mudah terbakar bila bagian dari atribut pakaian Anda terkena api.

5. Gunakan alat-alat kelistrikan secukupnya

Kita kerap menggunakan alat-alat listrik diluar kewajaran, seperti misalnya menyalakan televisi ketika kita tidur atau tetap menyalakan komputer ketika kita tak menggunakannya. 

Penggunaan alat-alat kelistrikan yang berlebihan selain membuat tagihan listrik di rumah menjadi tinggi, juga dapat membuat alat kelistrikan itu menjadi panas dan akhirnya memicu hubungan arus pendek.

6. Sediakan alat pemadam kebakaran di rumah

Alat pemadam kebakaran tidak hanya dibutuhkan di area-area publik. 

Di rumah kita pun seharusnya tersedia alat pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran di rumah. 

Tempatkan alat ini di area yang dekat dengan sumber api, seperti di dekat perapian, di dapur, dan bahkan di garasi. 

Namun, pastikan bahwa alat pemadam kebakaran ini berfungi dengan baik ketika dibutuhkan. Perhatikan pula tanggal kadaluwarsanya dan ganti tabung tersebut bila sudah berkarat.

7. Pasang pendeteksi asap

Pendeteksi asap atau Smoke Detector kini menjadi benda yang banyak dipasang di rumah-rumah. 

Alat ini biasanya dipasang di langit-langit dan bekerja melalui sensor yang dapat mengenali asap dengan intensitas tinggi yang menandakan adanya sumber api tak wajar di dalam rumah. 

Seketika itu juga, pendeteksi asap akan mengeluarkan air untuk memadamkan api tersebut. Alat ini sangat bermanfaat dalam mengurangi resiko kebakaran di rumah.

8. Rencanakan jalur evakuasi

Ketika terjadi kebakaran di dalam rumah, tentu hal yang menjadi pemikiran Anda adalah berusaha memadamkan api tersebut. 

Jalur evakuasi sebagai antisipasi bila kebakaran atau musibah lain terjadi dalam rumah Anda.