“Delay itu catatan saya tuh ada di sekitar tiga hari ya,” ungkapnya.

Selain mengganggu penerbangan, kabut asap juga sempat masuk ke sejumlah bagian terminal melalui celah-celah bangunan.

Stephanus mengatakan, pihak bandara kemudian melakukan penyedotan asap menggunakan blower, untuk mengurangi dampaknya di dalam area terminal.

“Upaya yang kami lakukan adalah dengan menyedot menggunakan blower ke luar,” jelasnya.

Pihak bandara bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) juga membagikan masker kepada penumpang yang belum menggunakannya.

“Kami bersama BKK juga memberikan masker kepada para penumpang yang memang belum menggunakan masker, untuk mengurangi dampak dari kondisi ini,” pungkasnya. (wartabanjar.com)