Hasil pekerjaan AI tetap diperiksa oleh engineer, untuk memastikan tidak ada kesalahan atau perubahan yang tidak diinginkan pada desain semikonduktor. 

Hal ini penting, mengingat kesalahan kecil dalam desain chip dapat berdampak besar pada hasil akhir. 

Menurut laporan Chosun Biz yang dikutip Kompas.com, penggunaan AI oleh Samsung ini juga dinilai dapat membantu perusahaan mengatasi perbedaan jumlah tenaga kerja dibandingkan kompetitornya.

Divisi System LSI Samsung memiliki sekitar 6.000 karyawan. Sebagai pembanding, Qualcomm memiliki sekitar 52.000 karyawan. 

Dengan bantuan AI, Samsung dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan engineer tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penambahan jumlah tenaga kerja. 

Pemanfaatan Claude Code, juga menjadi bagian dari upaya Samsung memperluas penggunaan AI generatif di berbagai lini bisnis. 

Selain Claude Code, Samsung telah menggunakan layanan AI lain seperti Google Gemini dan ChatGPT, untuk mendukung pekerjaan di bidang R&D, manufaktur, pemasaran, hingga layanan dukungan. (Wartabanjar.com)