Agen AI Hapus Reservasi Orang Lain Saat Diminta Booking Gym
WARTABANJAR.COM - Kehadiran kecerdasan buatan (AI) diharapkan membantu melakukan suatu pekerjaan. Namun apa jadinya kalau agen AI yang diminta malah bertindak berlebihan.
Seperti yang dilakukan warga Australia saat berniat memesan (booking) kelas gym, yang sekilas terdengar seperti pekerjaan yang mudah, namun berakhir di luar dugaan.
AI yang dimintanya membantu justru menemukan celah pada sistem booking gym. Celah tersebut kemudian digunakan untuk membatalkan reservasi milik orang lain yang berada di posisi teratas daftar tunggu.
Kejadian ini dialami oleh Andrew, seorang pekerja di salah satu perusahaan Australia yang menjual produk AI untuk bisnis.
Saat itu, ia sedang menguji OpenClaw, platform agen AI yang berjalan menggunakan layanan Claude milik Anthropic.
Agen AI memang dirancang untuk menjalankan tugas secara mandiri, bukan sekadar menjawab pertanyaan seperti chatbot pada umumnya.
Dengan akses ke browser, email, dan berbagai layanan online, agen AI dapat menjalankan sejumlah langkah dan menyelesaikan tugas yang diberikan pengguna.
Baca Juga: Syarat Monetisasi di YouTube Bakal Lebih Berat, Aturan Baru Berlaku di 2027
Baca Juga: Aktor Ini Kehilangan Pekerjaan Usai Suaranya Dikloning AI Tanpa Izin
Lewat OpenClaw, Andrew meminta untuk membantunya memesan kelas gym.
Dalam prosesnya, agen AI menemukan celah yang membuatnya bisa memesan kelas beberapa minggu, sebelum jadwal pemesanan yang seharusnya dibuka.
Celah tersebut tampaknya berada pada application programming interface (API), yang digunakan platform booking.
API sendiri merupakan penghubung, yang memungkinkan perangkat lunak berkomunikasi dengan layanan lain.
Andrew sendiri berada di posisi keempat dalam daftar tunggu kelas yang ingin diikutinya.
Karena ingin mendapatkan tempat, ia kemudian bertanya kepada agen AI, apakah ada cara untuk memindahkannya ke posisi teratas.
Untuk mencari tahu kemungkinan tersebut, agen AI mulai mengeksplorasi sistem booking.
Dari situ, ia menemukan bahwa API platform tidak memiliki pemeriksaan otorisasi, untuk membatalkan reservasi milik orang lain.