WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali menjadi perhatian, menyusul meningkatnya jumlah titik panas yang terpantau dalam beberapa waktu terakhir.

Menghadapi kondisi tersebut, Satgas Udara Karhutla Kalsel 2026 memperkuat koordinasi untuk mengoptimalkan operasi pemadaman melalui udara atau water bombing.

Briefing digelar di Posko Satgas Udara, setelah tim menerima laporan terbaru dari Satgas Darat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait perkembangan karhutla di sejumlah wilayah Kalsel.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra SSTP, mengatakan saat ini terdapat dua helikopter water bombing yang disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla.

"Dua helikopter ini kita bagi untuk menangani wilayah utara dan selatan," ujar Ronny.

Menurutnya, pembagian armada tersebut dilakukan untuk mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran yang terpantau di berbagai wilayah.

Namun, pemindahan helikopter dari satu wilayah ke wilayah lainnya tidak dapat dilakukan secara cepat. 

Pergerakan armada harus mempertimbangkan ketentuan operasional, serta aspek keselamatan penerbangan.

Baca Juga: BMKG: 595 Titik Api Terdeteksi di Kalsel, Sebagian Wilayah Diselimuti Asap

Baca Juga: Api Berkobar di Loktabat Utara Banjarbaru

Ronny mengakui keterbatasan armada, membuat tidak seluruh wilayah yang mengalami karhutla dapat langsung dijangkau melalui operasi udara.

Karena itu, koordinasi antara petugas di darat, tim patroli udara, operator helikopter, BMKG, dan unsur terkait terus diperkuat.

"Setiap laporan titik api harus segera diverifikasi agar dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan," katanya.

Selain mengoptimalkan armada udara yang tersedia, Ronny juga mendorong adanya penambahan personel, serta peralatan pendukung untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalsel.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat luasnya wilayah yang harus dipantau dan potensi karhutla yang masih dapat berkembang, seiring kondisi cuaca serta meningkatnya titik panas. (Wartabanjar.com)