6.691 Hektare Lahan Pertanian di Kalsel Alami Kekeringan, Sebagian Gagal Panen
Khusus di wilayah lahan pasang surut seperti Kabupaten Barito Kuala yang memiliki sumber air dengan tingkat keasaman tinggi, BPTPH mendorong pemanfaatan sumur pertanian sebagai alternatif pengairan.
Di sisi lain, pemerintah juga berharap adanya dukungan pelaksanaan hujan buatan guna mengurangi dampak kekeringan di sejumlah daerah.
Selain areal tanam, kekeringan juga berdampak pada lahan persemaian padi. Hingga akhir Juli 2026, tercatat 275 kg persemaian terdampak, dengan 125 kg di antaranya mengalami puso. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu dengan persemaian terdampak seluas 150 kg namun belum mengalami puso, sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan seluruh 125 kg persemaian yang terdampak dilaporkan mengalami puso.
Menghadapi musim kemarau, Lestari juga mengimbau petani yang telah selesai panen agar tidak melakukan pembakaran sisa tanaman.
Ia mendorong penerapan Pengolahan Lahan Tanpa Bakar dengan memanfaatkan jerami sebagai bahan kompos sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi risiko kebakaran lahan.
“Kami mengajak petani untuk tidak membakar jerami setelah panen. Jerami dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos melalui pengolahan lahan tanpa bakar sehingga lebih ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kesuburan tanah,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)