Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin mengapresiasi komitmen dunia usaha dalam membuka peluang kerja serta berharap Job Fair menjadi wadah kolaborasi mencetak tenaga kerja unggul dan berdaya saing.

“Job Fair ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan pelatihan dalam menyiapkan tenaga kerja yang unggul.” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Irfan Sayuti, mengatakan penyelenggaraan Job Fair Kalsel 2026 merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran, meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalsel menurun dari 3,94 persen pada Februari 2025 menjadi 3,80 persen pada Februari 2026.

“Dalam rangka memfasilitasi masyarakat pencari kerja serta menekan angka pengangguran, Pemerintah Provinsi Kalsel menyelenggarakan Job Fair Kalsel Tahun 2026.” Katanya.

Lebih lanjut, Kadis Irfan mengapresiasi 46 perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair 2026 dan membuka ribuan peluang kerja bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam Job Fair Kalsel 2026.” Lanjutnya.

Selain itu, Irfan berharap kegiatan ini mampu mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja sehingga tercipta penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan kedua belah pihak.

“Harapannya, pencari kerja mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya, sementara perusahaan memperoleh tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.”

Usai membuka secara resmi Job Fair Kalsel 2026, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. M. Syarifuddin, meninjau sejumlah stan peserta untuk melihat langsung layanan dan peluang kerja yang ditawarkan kepada para pencari kerja.

Kegiatan Job Fair Kalsel 2026 turut dihadiri Tenaga Ahli Madya Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Gusti Komarudinsyah, bersama jajaran Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Wakil Kapolda Kalsel, Brigjen Pol. Noviar berserta unsur Forkopimda Kalsel, pejabat instansi vertikal, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizal, jajaran BUMN dan BUMD, pimpinan BPJS, serta para undangan lainnya. (Wartabanjar.com/adpim/*)