WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Senin (3/8/2026) siang, wajah Madi (62 tahun) tampak murung. 

Pasalnya, warung makan miliknya yang berusia lebih dari 10 tahun di Jalan Hasanudin HM, Kelurahan Kertak Baru Ulun, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin seketika lenyap digusur Polisi Pamong Praja (Pol PP) Banjarmasin.

Pemko membongkar sejumlah lapak yang sebelumnya khusus untuk penjual majalah, koran dan bahan bacaan lainnya.

Kini lapak-lapak itu tidak lagi digunakan penjual bacaan seiring perkembangan teknologi digital dan digunakan untuk berjuala lainnya.

Terlebih tempat berjualan itu berada di trotoar sehingga menghalangi pejalan kaki.

Baca juga: Pusat Penjualan Majalah di Hasanuddin HM Banjarmasin Dibongkar, Rizky Pun Terkenang pada Bobo

Dalam diam dan tatapan kosong, Madi menyaksikan satu persatu bangunan warung makannya dibongkar SatpolPP. 

Madi harus menghadapi kenyaataan yang sebelumnya tidak pernah ia duga akan terjadi. 

Usaha dimana Madi mengais rupiah sekarang hanya tinggal masa lalu.

Pria berkulit sawo matang itu pun mengaku bingung dengan masa depan usaha warung makan khas Banjarmasinnya. 

Ia belum punya tempat lain sebagai ganti lokasi jualan makanan.

Baca juga: Jenazah Mr X Tengkurap di Pinggir Jalan Antasan Kecil Barat Kampung Arab Banjarmasin

Madi seperti seorang penangguran yang harus bertarung lagi dari awal.

Kepada Wartabanjar.com, Madi memebeberkan pendapatan yang biasanya ia dapat dari usaha warung makan khas Banjarmasinnya itu sekarang lenyap. 

Padahal, itu adalah satu-satunya usaha Madi.

"Sekarang bingung mau jualan dimana. Sehari biasanya 500 ribu rupiah jualan di sini, sekarang dan seterusnya setelah sudah dibongkar ini tidak tahu bagiamana ke depan," kata Madi.

Menurut Madi, sebelum warung makan khas Banjarmasinnya dibongkar Satpol PP, ia bersama para pedagang lainnya yang juga berjualan di lokasi yang sama, mendapat pemberitahuan sebanyak tiga kali dari Pol PP. 

Pembongkaran dilakukan setelah adanya pemberitahuan ketiga kepada para pedagang.