WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar mulai menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul proyeksi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang disebut mencapai sekitar 25 persen.

Langkah itu menjadi salah satu fokus pembahasan, dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pengelolaan Retribusi Daerah dan Optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Aula Barakat Martapura, Rabu (29/07/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah agar tidak lagi bergantung pada dana transfer.

Karena itu, seluruh potensi pendapatan, baik dari retribusi maupun pajak daerah, harus dimaksimalkan.

“Transfer daerah saat ini sangat berpengaruh. Pada tahun ini saja ada pengurangan sekitar 25 persen, dan proyeksi kita di tahun 2027 juga akan seperti itu,” ujarnya.

Menurut Yudi, kondisi tersebut menjadi alasan Pemkab Banjar melakukan evaluasi terhadap capaian retribusi hingga akhir Triwulan II 2026.

Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana target pendapatan telah terealisasi, sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala, yang masih dihadapi perangkat daerah maupun BUMD.

“Kita telah menyelesaikan siklus kinerja Triwulan II hingga 30 Juni 2026. Pertemuan hari ini merupakan momen krusial untuk melakukan evaluasi komprehensif, obyektif dan terukur,” katanya.

Baca Juga: Datangi Polres Banjar, Via Sitorus Bersama Delapan Rekannya Laporkan Dugaan Arisan Bodong

Baca Juga: Capaska Tanah Laut Masuki Pemusatan Diklat Guna Matangkan Persiapan Pengibaran Merah Putih HUT Ke-81 RI

Selain mengevaluasi realisasi penerimaan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menghimpun berbagai persoalan teknis, maupun regulasi yang ditemui di lapangan.

Hasil pembahasan diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan, agar target PAD pada semester kedua tahun ini dapat lebih optimal.

Yudi juga meminta seluruh kepala perangkat daerah, direktur BUMD, hingga tim teknis memanfaatkan forum tersebut, untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan, sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan.