WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Dihadapkan dengan prediksi musim kemarau panjang dan kekeringan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), produksi padi Kalimantan Selatan pada periode Januari hingga Juli 2026 justru meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari strategi yang telah disiapkan pemerintah provinsi menghadapi musim kemarau.

”Jauh-jauh hari kita sudah mempersiapkan kekeringan ini. Kita edukasi para petani, kita berikan sosialisasi untuk tanam mereka, baik tanaman padi, jagung, maupun kedelai. Sebelum ditentukan bulannya oleh BMKG, kita memajukan musim tanam,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Syamsir menjelaskan percepatan musim tanam diterapkan di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Hulu Sungai, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Bario Kuala, dan Kabupaten Banjar.

Langkah itu kemudian diikuti para petani melalui koordinasi bersama dinas pertanian kabupaten hingga penyuluh di lapangan.

”Nah, ketika itu kita majukan tanamnya. Jadi panen padi kita pada Januari sampai Juli 2025 itu hanya mencapai 400 ribu ton. Tetapi Januari sampai Juli 2026 itu sudah mencapai 600 ribu ton,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dinas Pertanian Kalsel Gelar Panen Perdana Cabai Rawit yang Ditanam Menggunakan Pupuk Batubara

BACA JUGA: El Nino Ancam Sektor Pertanian, Titiek Soeharto Ingatkan Peran Kalsel sebagai Penyangga Pangan

Syamsir menyebutkan, petani di sebagian wilayah Hulu Sungai dan Kabupaten Barito Kuala, memanfaatkan musim kemarau untuk menanam komoditas hortikultura setelah panen padi.

”Di daerah HST, HSS, HSU dan Jejangkit, itu biasanya ketika musim kemarau panjang akan menanam semangka, kemudian menanam ubi,” ucapnya.

Syamsir menilai, pola tanam tersebut membuat lahan tetap produktif sebelum kembali ditanami padi saat debit air mulai naik.

”Mereka akan nyambung ke padi lagi. Jadi, mereka mendapatkan dua kali musim tanam padi, satu kali musim tanam hortikultura,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu