Galaxy Z Flip 8 memiliki ketebalan 6,1 mm ketika dibuka, lebih tipis dari pada Galaxy Z Flip 7 yang memiliki ketebalan 6,5 mm.

Bobot ponselnya juga berkurang dari 188 gram pada Galaxy Z Flip 8, menjadi 180 gram dari pendahulunya.

Salah satu tantangan baterai silikon-karbon generasi awal, adalah usia pakainya yang dinilai lebih pendek dibandingkan baterai lithium-ion biasa.

Samsung mengeklaim telah melakukan berbagai penyempurnaan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pengembangan tidak hanya dilakukan pada material anoda, tetapi juga pada elektrolit, separator, struktur sel, sistem pengendalian ekspansi, dan desain perangkat secara keseluruhan.

“Siklus pengecasan dan masa pakainya tetap konsisten dengan generasi sebelumnya, memenuhi persyaratan internal tertinggi dan standar yang diterapkan pada sistem baterai dalam berbagai karakteristik, termasuk keamanan, umur pakai, serta stabilitasnya,” kata Moon.

Dengan demikian, baterai pada Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra tetap dirancang memiliki usia sekitar 2.000 siklus pengisian daya, serupa dengan generasi sebelumnya.

Selain ponsel lipat, Samsung juga menggunakan baterai silikon-karbon pada Galaxy Watch Ultra 2.

Perangkat tersebut menjadi jam tangan pintar pertama Samsung yang mengadopsi teknologi ini.

Langkah Samsung menambah daftar produsen perangkat Android yang telah menggunakan baterai silikon-karbon. Teknologi serupa telah diadopsi oleh produsen Honor, Xiaomi, Oppo, dan OnePlus sejak 2024. (Wartabanjar.com)