Namun pihaknya juga memastikan bahwa tujuannya adalah untuk menghibur mereka, yang masih hidup dalam mengenang orang yang telah pergi untuk selamanya.

Di China, cerita ibu dengan kloningan AI anaknya ini memicu perdebatan di media sosial.

Sejumlah warganet menilai bahwa pihak keluarga bertindak terlalu jauh, hingga menilai penggunaan AI pada kasus ini tidak layak.

Warganet lainnya menilai bahwa tindakan keluarga yang diam-diam membuat kloningan AI justru lebih merugikan sang ibu, ketimbang membeberkan kebenaran. (Wartabanjar.com)