Meski demikian, perkembangan yang ditunjukkan tim dalam beberapa pekan terakhir dinilainya cukup menggembirakan.

"Saat ini masih ada beberapa pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik. Ada yang baru pulih dari cedera, ada juga yang kebugarannya belum maksimal. Namun, dibandingkan sebelumnya, kondisi tim sudah menunjukkan perkembangan yang positif," jelas pelatih yang pernah menjuarai Super League tersebut.

Bagi Coach Tavares, Piala Presiden memiliki nilai lebih dari sekadar sebuah turnamen pramusim.

Ajang ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana para pemain menerapkan materi latihan ketika berada dalam atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.

Selain itu, ia juga ingin mengetahui kesiapan setiap pemain saat menghadapi tekanan kompetisi, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam menyusun komposisi terbaik menuju musim baru.

"Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan," timpalnya.

Di akhir pernyataannya, Tavares menegaskan bahwa target Persebaya selama mengikuti Piala Presiden adalah terus menunjukkan perkembangan di setiap pertandingan.

Ia berharap proses yang dijalani selama turnamen dapat menjadi bekal berharga ketika Green Force mengarungi kompetisi resmi nanti.

"Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini," pungkasnya. (Wartabanjar.com/persebaya.id)

Editor Restu