Antrean di SPBU Masih Panjang, Pemkab Tabalong Akan Evaluasi Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi

BACA JUGA: Sidak SPBU Kasiau, Kapolres Tabalong Temukan Stok Solar 1.200 Liter Saat Antrean Truk Mengular

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memicu meningkatnya antrean adalah beralihnya sebagian pengguna BBM non-subsidi Pertamax ke Pertalite.

Selisih harga yang semakin besar membuat permintaan terhadap Pertalite meningkat signifikan.

Sementara itu, seorang warga Tabalong, Purwanto, mengaku setiap pagi melihat antrean panjang hingga 1-2 kilometer di salah satu SPBU di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.

“Setiap pagi saya lihat antrean masih panjang,” ungkap warga Mabuun ini, Selasa (21/7/2026).

Disis lain, Pemkab Tabalong kembali mengingatkan masyarakat dan pengelola SPBU agar mematuhi kesepakatan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, yakni maksimal Rp70.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp300.000 untuk kendaraan roda empat dalam satu hari dengan satu kali pengisian.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat distribusi BBM lebih merata sekaligus mengurangi panjangnya antrean di SPBU.(wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu